Arah kiblat merupakan persyaratan menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat Islam pasti menjalankan ibadah tersebut. Dalam melaksanakannya mereka harus berkiblat ke Ka’bah di Mekah. Penentuan arah ini tidak akan menjadikan sebuah masalah bagi mereka yang berada dekat dengan Ka’bah. Sementara itu bagaimana caranya menentukan arah kiblat jika posisi kita berada jauh dari Ka’bah?
Penentuan arah Ka’bah sebagai kiblat harus ditentukan dengan benar sebelum sebuah bangunan masjid didirikan. Karena jarak antara Indonesia dan Mekah terlalu jauh, maka setiap pergeseran yang terjadi dari arah masjid berarti 100 kilometer penyimpangan jaraknya.
Meskipun begitu, akurasi arah Ka’bah secara tepat 100 persen memang tidak diwajibkan, namun alangkah lebih baik jika sholat seorang muslim benar arahnya menuju Ka’bah di Mekah. Oleh karena itu berbagai upaya untuk mendekati arah yang benar hingga menuju ketepatan arah dilakukan dengan berbagai macam cara.
Cara pertama adalah dengan menggunakan kompas kecil berbahasa inggris, dengan tulisan latin dan arab. Pada alat penunjuk arah tersebut tertulis letak Jakarta dan sebagian besar kota Indonesia menuju kiblat, maka jarumnya menunjuk angka 9.
Tetapi menurut survey yang dilakukan oleh Departemen Agama ke berbagai masjid besar yang ada di Kota Jakarta menunjukkan hasil bahwa hasil pengukuran berbeda-beda, rentangnya berkisar antara 7.6 sampai 9.

Penentuan kiblat yang dipakai pada umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, berdasarkan kutub magnetik Bumi di kutub utara. Ternyata arah utara magnet bumi berbeda pada setiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh pengaruh rotasi bumi. Dan menurut hasil penelitian, arah utara magnet bumi terus bergeser sekitar 4.8 kilometer pertahun. Pada tahun 2005 pergeserannya hingga 800 kilometer dari kutub utara yang sebenarnya.
Qibla Locator
Penggunaan kompas untuk menunjukkan arah kiblat dianggap masih sulit untuk beberapa orang. Anda harus memiliki keterampilan khusus untuk dapat menggunakan kompas.
Penggembang aplikasi android kini menciptakan sebuah aplikasi yang lebih mudah dalam menentukan arah kiblat. Qibla locator dibuat oleh oleh Ibn Mas’ud pada tahun 2006 dengan menggunakan bantuan aplikasi Google Maps API v2.
Dengan qibla locator yang berbasis google earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun kita berada. Aplikasi ini menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin bisa membantu dalam mengecek dan menentukan arah Ka’bah secara akurat.
Bayangan matahari
Thomas Djamaluddin, mengemukakan bahwa ada penentuan arah Ka’bah dengan menggunakan cahaya matahari. Pada tanggal 26-30 Mei jam 16.18 WIB dan 13-17 Juli jam 16.27 WIB, posisi matahari berada tepat di atas kota Mekah. Pada saat itu matahari dapat dijadikan sebagai patokan. Anda memerlukan sebuah alat bantu dengan tongkat, dengan memperhatikan arah bayangan menuju tongkatnya maka arah tersebut yang akan dijadikan sebagai arah Ka’bah.
Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekah, waktu yang digunakan adalah saat matahari berada pada posisi istimewa tepat berada diatas Ka’bah. Selain tidak terlalu rumit, cara ini dianggap sebagai cara terbaik untuk mengoreksi arah Ka’bah sebagai kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid.
Setelah dikoreksi dan agar arahnya tidak berubah, maka anda bisa memasang tanda arah kiblat. Gunakan tanda penentu arah yang terbuat dari bahan ringan dan kuat. Untuk pemesanan tanda dan rambu lainnya berbahan akrilik anda bisa lihat di situs kami, atau klik disini.