Gosign – Sebagai Instansi Pemerintahan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meneliti dan menaruh beberapa rambu-rambu rawan bencana alam beserta dengan jalur evakuasi. Kita ketahui bahwa Negara Indonesia memiliki beberapa titik yang dianggap rawan bencana seperti tanah longsor, tsunami, gempa, gunung berapi dan lain-lain. Sementara itu masih banyak juga warga yang belum mengetahui apakah suatu daerah tempat mereka berwisata atau singgah, merupakan titik rawan bencana atau bukan.
Pemasangan rambu ini sangat membantu warga dan aparat pemerintah dalam mengatasi dan memberikan pertolongan pertama kepada korban bencana alam. Salah satu contoh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi tsunami di sepanjang pesisir pantai wisata Labuan Bajo dan di beberapa pulau kecil yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan lokal dan mancanegara, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Menteri Sosial, di Indonesia masih terdapat 279 titik rawan bencana alam. Selain dengan memperbanyak kampung siaga bencana, pemerintah juga memberikan sosialisasi kepada para kader bencana alam dalam memberikan pertolongan pertama kepada para korban bencana alam. Selain tiu juga warga diberikan pelatihan untuk mengenali gejala awal akan terjadinya suatu bencana alam, sehingga dapat mengambil tindakan secara tepat, cepat dan efisien dalam menghadapi bencana alam yang akan terjadi tersebut.
Provinsi Jawa Barat yang merupakan provinsi dengan jumlah penduduknya terbesar di Indonesia. Terdapat 15 Kabupaten/Kota yang selalu menjadi langganan banjir dan tanah longsor. Penyebab meningkatnya kualitas bencana yang terjadi adalah dikarenakan buruknya penataan lingkungan, musim hujan yang lebih panjang, dan kebersihan sungai yang selalu menjadi faktor penyebab utama terjadinya bancana banjir.
Dibutuhkan kerjasama yang serasi dan salling berkesinambungan antara warga dan pemerintah. Kesadaran untuk selalu menjaga dan melestarikan alam harus selalu ditanamkan pada setiap individu warga agar dapat mengurangi bencana alam. Berikut ini beberapa kejadi bencana alam yang sering terjadi di daerah Jawa Barat.
- Gempa bumi
Gempa adalah suatu kejadian berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lepeng tektonik, aktifitas gunung berapi. Mengingat provinsi Jawa Barat ini masih memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif, maka potensi terjadinya bencana ini semakin besar.
- Tsunami
Bencana ini merupakan rangkaian gelombang laut dengan kecepatan tinggi akibat pergeseran lempeng tektonik dai dasar laut dengan kedalaman kurang dari 60 km dengan skala magnitude lebih dari 6 Skala Richter.

- Banjir
Banjir merupakan peristiwa terendamnya daratan yang disebabkan oleh peningkatan volume air secara terus-menerus, luapan sungai maupun pecahnya bendungan.
- Tanah longsor
Tanah longsor merupakan pergerakan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan tanah, atau material campuran tersebut ke arah yang lebih rendah. Rapuhnya tebing penahan dan siraman air bisa menjadi faktor penyebab terjadinya bencana ini.
Dengan situasi cuaca yang kini sering berganti, pemerintah selalu memberikan peringatan kepada semua pihak agar selalu waspada dengan jenis bencana baru yang perpotensi melanda di seluruh nusantara. Pergantian musim yang terjadi bisa menyebabkan bencana pun akan berganti dari sebelumnya. Banjir dan longsor pada umumnya berlangsung selama musim hujan dan puncaknya pada bulan Desember hingga Pebruari. Kedua bencana ini dapat diantisipasi karena mudah untuk diprediksi. Namun begitu warga harus tetap selalu waspada akan potensi bencana alam yang akan terjadi.
Tentu saja dengan pemasangan rambu jalur evakuasi dan rawan bencana ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban seperti bencana alam yang pernah terjadi sebelumnya. Selain peranan pemerintah dalam mengantisipasi bencana alam, diperlukan juga kerjasama warga untuk saling menjaga kelestarian alam, agar selain untuk keselamatan juga sebagai aset berharga yang akan diwariskan kepada anak cucu kita nantinya.