Bagi pabrik atau perusahaan merupakan sudah sebuah kewajiban untuk memiliki system pencegahan terjadinya bencana alam maupun kebakaran. Karena sering kali kita mendengar beberapa kecelakaan seperti kebakaran yang terjadi di pabrik. Banyak sekali kerugian yang akan ditanggung pada bencana kebakaran tersebut. Kerugian ini bukan hanya ditanggung oleh pihak perusahaan saja, namun para karyawan pun ada yang dirugikan, baik dari segi materi bahkan yang mengerikan adalah hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Agar bencana kebakaran tersebut tidak terjadi, ataupun jika memang telah terjadi, kita harus mempunyai langkah dan cara guna mengantisipasi dan mengurangi angka kerugian yang kelak akan menjadi tanggungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan menggunakan system pemadam kebakaran pada ruangan pabrik. Apapun jenis bidang bisnis dari pabrik tersebut, maka harus memiliki system pemadam kebakaran. Adapun yang perlu dipersiapkan pada system pemadam kebakaran antara lain sebagai berikut :
- Memiliki peralatan pemadam kebakaran
Peralatan pemadam kebakaran standar biasanya berbentuk tabung alat pemadam api yang disemprotkan, dan juga memiliki system pemadam kebarakan yang bekerja secara otomatis dengan menggunakan pendeteksi asap maupun panas berlebihan yang ditimbulkan oleh api. Anda dapat memadukan system pemadam kebakaran secara otomatis ini dengan menggunakan sprinkler pemadam kebakaran.
Banyak pada kasus kebakaran pabrik, pada pabrik yang menggunakan sprinkler pemadam ini lebih cepat dalam mengatasi kebakaran yang terjadi, karena system kerja sprinkler ini otomatis bekerja jika dipicu oleh panas api. Penggabungan antara tabung semprot pemadam dan sprinkler pemadam ini merupakan suatu kombinasi yang sangat baik dalam mencegah kebakaran.
- Melakukan latihan pemadam kebakaran
Meskipun pada pabrik telah tersedia system pemadam kebakaran yang baik, namun tetap saja untuk menghindari efek buruk pada bencana kebakaran ini perlu diadakannya pelatihan bagaimana menghadapi situasi kebakaran. Mulai dari tim yang memiliki kemampuan untuk memadamkan api, proses mengevakuasi para karyawan ke tempat kumpul yang telah disediakan hingga menghubungi pemadam kebakaran jika kebarakan yang terjadi dianggap sudah tidak dapat ditanggulangi lagi.
- Memiliki jalur evakuasi pabrik

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, maka para karyawan harus segera di evakuasi ke tempat yang aman. Dalam proses evakuasi ini, tentu saja perusahaan harus memiliki sarana yang sesuai dengan standar keselamatan, seperti jalur evakuasi pabrik yang dapat dilalui oleh minimal dua orang secara beriringan, lantainya pun tidak boleh licin dan jalur ini harus terbebas dari benda-benda yang dapat menghalangi dan menghambat proses evakuasi.
- Menempatkan peralatan pemadam dengan baik
Letakan peralatan pemadam ini di tempat yang strategis, mudah dijangkau, dan di titik-titik yang mungkin dianggap rawan terjadi kebakaran.
- Merawat secara rutin peralatan pemadam
Perawatan dan pengecekan peralatan pemadam harus rutin dilakukan, karena jangan sampai saat akan digunakan, alat pemadam menjadi ngadat dan sulit untuk dioperasikan secara maksimal.
- Merawat secara rutin peralatan dan mesin
Mesin yang terlalu panas dan system kelistrikan pada mesin yang sudah tua bisa saja menjadi factor penyebab terjadinya kebakaran. Untuk menghindari terjadinya penyebab kebakaran, maka perawatan mesin pabrik dan kelistrikan mesin harus dilakukan secara rutin oleh ahlinya.
- Merapihkan jalur instalasi listrik
Jalur listrik yang tertata rapih akan menghindari bahaya konsleting yang dapat menyebabkan kebakaran. Pergantian kabel jaringan listrik pun harus disesuaikan dengan waktu jam kerja standar pada kebel tersebut.
- Menggunakan bahan kimia yang aman
Beberapa pabrik akan menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya. Dalam menggunakan bahan kimia ini diusahakan memilih bahan kimia yang aman dan ramah lingkungan.