Neon box merupakan papan reklame sekaligus identitas toko atau tempat suatu bisnis. Neon box sangat maksimal tingkat kecerahan pada malam hari karena efek gelap yang ada di sekitarnya. Artinya, bentuk usaha yang menggunakan neon box biasanya yang menerapkan jam operasi pada malam hari.

Namun demikian, pada siang hari neon box juga cukup terlihat jelas sebagai reklame pemberitahu tentang keberadaan toko.

Biasanya banyak pelaku jasa yang menawarkan jasa pembuatan neon box secara profesional dengan hasil yang bagus. Tetapi cara membuat neon box dari kayu juga dapat dimungkinkan dengan membuatnya sendiri, mengingat cara kerja neon box sangat sederhana.

Pada dasarnya cara membuat neon box dari bahan kayu mengadopsi seperti cara membuat laci atau kotak kayu pada umumnya. Ada sisi luas sebagai media penempatan desain dan ada sisi lebar sebagai peletak lampu dan desain. Kayu yang digunakan tidak perlu kayu mahal dengan tingkat kerumitan tinggi untuk menghaluskannya.

Kayu limbah bekas box buah atau palet termasuk triplek sudah cukup digunakan untuk berkreasi sendiri. Artinya, Anda tidak perlu menjadi tukang kayu jika ingin membuat neon box ini.

4 Cara Membuat Neon Box Dari Kayu

Agar berhasil dalam pembuatan neon box dari kayu ini, paling tidak Anda sudah mengenal dasar-dasar pertukangan kayu. Mengingat cara membuat neon box dari bahan kayu sangat berkaitan dengan pertukangan, maka pemahaman dasar-dasar pertukangan ini penting agar memiliki gambaran tentang apa yang akan dikerjakan.

Secara umum, minimal Anda dapat memotong kayu, mengukur, dan memaku. Dengan kemampuan minimal tiga hal tersebut sudah cukup untuk berkreasi dalam membuat neon box. Berikut langkah-langkahnya.

1. Persiapan

Membuat Neon Box dari Kayu

Sebelum cara membuat neon box dari kayu dilakukan, persiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Hal yang harus disiapkan pada tahapan ini adalah penyediaan perkakas dan bahan untuk pembuatan neon box, berupa gergaji kayu, pengukur segitiga siku-siku, pensil, obeng, paku, palu, cutter, ampelas, kayu palet (tripleks 6 mm), lem kayu (fox), sekerup, desain reklame, lampu neon 10 watt (3 buah) atau lampu LED strip, dan kaca atau akrilik.

2. Pembuatan Box

Haluskan kayu palet atau tripleks 6 mm dengan menggunakan ampelas ukuran 600 kemudian ampelas 1000. Potong kayu tersebut sesuai ukuran secara persisi untuk menghindari kesalahan dan bentuk box yang tidak rapi.

Gunakan lem pada wilayah sambungan sebelum dipaku atau disekerup, hal ini dilakukan untuk mengoreksi tingkat persisi agar terjaga kerapihan produk tersebut.

Sebaiknya gunakan sekerup untuk menghindari kerusakan pada kayu. Buatlah box secara berkeliling berupa punggung box dengan mengabaikan wilayah luas, sebab bagian ini nantinya akan ditempati desain reklame.

3. Desain

neon box dari kayu

Pembuatan desain dapat dilakukan secara manual atau melalui percetakan dalam bentuk banner atau stiker. Jika ingin membuat desain secara manual, maka jenis cetak yang dilakukan berupa sablon, yaitu mengiris dan melubangi teks agar cahaya neon dapat keluar dari huruf tersebut.

Untuk menimbulkan kontras yang besar, maka wilayah di sekitarnya harus dibuat warna hitam. Jika desain menggunakan banner atau stiker, maka Anda harus mencetaknya di percetakan.

Tenang, harga desain ini murah mengingat neon box biasanya berukuran tidak lebih dari 80 x 40 cm. Mengingat banner dan stiker ini dapat meredupsi cahaya, maka gunakan lampu neon (TL) 10 wat yang dipasang berjajar sebanyak 3 buah.

Baca juga:  Cara Perhitungan Pajak Reklame Neon Box

4. Perakitan

Pasang lampu di dalam rangka box dan pastikan seluruh lampu menyala. Letakkan kaca atau akrilik pada rangka box sebagai alas desain reklame sebelum desain direkatkan pada kaca ini. Gunakan sekerup untuk menghindari pecahnya kaca dan menjaga kerapihan pada neon box yang telah dibuat.