Saat ini sudah kian marak kampanye anti rokok dan larangan merokok di area terbuka umum. Kita juga mendapati ada banyak area dilarang merokok pada fasilitas-fasilitas umum. Seiring dengan hal itu, disadari juga diperlukannya pengadaan smoking area atau area merokok bagi para perokok.

Menyediakan areal merokok bagi para perokok, tentunya merupakan upaya untuk melindungi para perokok pasif mendapatkan dampak negatif dari asap rokok. Namun demikian, tidak jarang saat ini anjuran dilarang merokok tidak diikuti dengan pengadaan area smoking, sehingga kerapkali kita mendapati para perokok yang masih melakukan pelanggaran atas larangan tersebut.

Kriteria Smoking Area yang Ideal

Pengadaan Tempat Khusus Merokok (TKM) juga diatur dalam undang-undang. Dimana perusahaan atau tempat-tempat fasilitas umum juga harus menyediakan tempat atau area merokok. Ruangan tersebut memang bersifat emergency, agar publik tidak terpapar asap rokok. Untuk menjaga kenyamann bersama, ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan, dalam membuat area merokok yang ideal :

1. Dapat berupa  Area Terbuka

Pengadaan smoking bukan saja berarti sebuah ruangan khusus sempit, melainkan juga dapat berupa sebuah ruangan terbuka, namun merupakan area lengang yang jarang dilalui oleh orang-orang. Sehingga dengan area terbuka ini, asap rokok bisa segera menghilang dan juga tidak terhirup oleh orang lain.

2. Area Mudah Diakses

Area TKM harus mudah diakses dan dijangkau oleh para perokok. Sehingga TKM dapat diadakan di tempat-tempat strategis yang tidak mengharuskan seorang perokok menempuh jarak yang sangat jauh dari  tempatnya beraktivitas. Cukup berupa area yang terpisah dari ruangan dilarang merokok.

3. Memiliki Luas yang Cukup

Yang perlu diperhatikan juga, apabila TKM tersebut dibuat berupa ruangan khusus, maka ruangan itu harus memiliki luas yang cukup. Setidaknya  1 M2 / orang.

4. Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik

sirkulasi dalam ruangan tersebut juga harus baik. Oleh karena itu, harus disediakan ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara. Jika tidak ada ventilasi, maka dapat digantikan exhaust yang berfungsi untuk mengeluarkan asap di dalam smoking area.

Baca juga: Dukung Iklan Tentang Larangan Merokok Yang Pengaruhnya Mulai Minim

5. Beri keterangan “Smoking area” atau Area Merokok

Sama halnya dengan ruangan bebas rokok yang diberikan tanda larangan merokok. Maka pada TKM juga ditandai dengan tulisan smoking area atau area merokok. Tulisan ini harus terpasang secara strategis agar dapat dilihat oleh publik. Jika area merokok tersebut tidak terlalu besar, maka cukup diberi tanda rokok saja.

6. Berikan Tulisan Peringatan

Bagaimana pun, TKM bukan fasilitas khusus untuk memanjakan para perokok. Upaya kampanye dalam menyadarkan perokok mengenai bahaya rokok masih harus dicanangkan. Oleh karena itu, berikan tambahan papan atau stiker bertuliskan peringatan yang terdapat pada setiap bungkus rokok : “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, Gangguan Kehamilan Dan Janin.” Yang ditempatkan di tempat merokok.

7. Tersedia Asbak

Pada TKM juga harus disediakan asbak serta tempat sampah untuk mematikan rokok, juga membuat abu serta puntung rokok. Hal ini diperlukan untuk memastikan TKM senantiasa bersih.

Kabin Asap

Kabin Asap

Kabin asap merupakan alternatif modern dalam pengadaan TKM di tengah ruangan dengan anjuran dilarang merokok. Kabin asap ini memiliki desain yang lebih modern dan dapat ditempatkan di restoran, kantor, café, hotel, dan lain sebagainya. Memiliki dinding pembatas transparan, membuat perokok masih dapat bersosialisasi dan beada di lokasi yang sama dengan rekan lainnya yang tidak merokok.

Bentuk kabin asap ini terdiri dari tidak model. Yakni terbuka, semi terbuka dan tertutup dengan pintu geser otomatis. Kelebihan kabin asap ini, selain desain yang modern, juga dapat memfilter udara dan gas berbahaya sehingga melepaskan udara yang sudah bersih dari dalam kabin.