Permintaan akan kebutuhan lahan yang terus meningkat di area perkotaan mulai menimbulkan masalah pada tata ruang kota. Belum lagi karena perkembangan teknologi transportasi yang semakin maju dan canggih, diperlukan lahan yang tidak sedikit untuk proses pembangunannya. Hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan dalam pengonsepan tata kota, dimana luas lahan yang digunakan untuk industri serta transportasi juga harus diimbangi dengan ruang terbuka hijau atau yang biasa disingkat dengan sebutan RTH.

Urgensi Ruang Terbuka Hijau di Area Perkotaan

Apa Itu Ruang Terbuka Hijau

Jika dilihat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007, ruang terbuka hijau (RTH) merupakan bagian dari ruang terbuka yang berada di dalam suatu kawasan perkotaan, diisi oleh tumbuhan dan tanaman yang berguna untuk mendukung manfaat dalam aspek ekologi, sosial, budaya, ekonomi, dan juga estetika. Ruang terbuka hijau juga dapat didefinisikan sebagai suatu area dengan bentuk memanjang seperti sebuah jalur ataupun dengan bentuk yang mengelompok, bersifat terbuka untuk tempat tumbuh tanaman, baik yang disengaja maupun tidak.

Ruang terbuka hijau sendiri dapat di golongkan menjadi dua, yaitu ruang terbuka hijau privat dan ruang terbuka hijau publik. Ruang terbuka hijau privat merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki oleh suatu instansi maupun kelompok tertentu, atau bisa juga dimiliki oleh individu (perseorangan). Ruang terbuka hijau, misalnya kebun atau lahan perseorangan yang ditanami tumbuh-tumbuhan dan sifatnya terbatas. Sebaliknya, ruang terbuka hijau publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki serta dikelola oleh pemerintah, seperti taman kota, dan sifatnya terbuka untuk kepentingan masyarakat umum.

Fungsi dan Manfaat Ruang Terbuka Hijau

  • Ruang terbuka hijau di area perkotaan tentu menjadi sebuah kebutuhan wajib, mengingat tingkat polusi dan pencemaran udara yang tinggi. Ruang terbuka hijau dapat berfungsi sebagai penyerap zat karbondioksida yang dihasilkan dari polusi udara, dan menggantinya dengan zat oksigen.
  • Ruang terbuka hijau juga dapat berfungsi sebagai ruang resapan air di daerah perkotaan.
  • Ruang terbuka hijau juga dapat mengurangi polusi suara (kebisingan).
  • Ruang terbuka hijau dapat meningkatkan tingkat ekonomi penduduk atau masyarakat sekitar jika ditanami dengan tanaman atau tumbuhan yang bernilai ekonomis.
  • Ruang terbuka hijau dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi sekaligus tempat berkumpul bagi keluarga untuk bisa beristirahat sejenak dari aktifitas perkotaan.
  • Ruang terbuka hijau juga dapat berfungsi sebagai penghias kota untuk menambah nilai estetika atau keindahan kota.

Pentingnya Ruang Terbuka Hijau di Area Perkotaan

Bukan rahasia lagi bahwa masalah keterbatasan lahan sudah lama menjadi permasalahan utama, khususnya di area perkotaan seperti Jakarta. Oleh karena itu, sebisa mungkin masyarakat diharapkan untuk dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga serta merawat ruang terbuka hijau yang telah dibangun dan disediakan oleh pemerintah kota. Misalnya saja, dari hal-hal yang sederhana seperti tidak merusak fasilitas umum yang berada di taman kota, tidak mencabuti tanaman ataupun tumbuhan yang berada di kawasan ruang terbuka hijau.

Pemerintah maupun pengelola taman kota biasanya telah memasang papan-papan informasi yang bertujuan untuk memelihara kelestarian taman kota itu sendiri. Seperti papan dilarang merokok, atau papan dilarang untuk menginjak rumput pada taman kota. Namun, upaya tersebut belumlah cukup untuk bisa menjaga kelestarian taman kota, tanpa disertai dengan keikutsertaan masyarakat di daerah sekitar taman. Karena pada kenyataannya masih saja banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan-aturan yang telah terpasang jelas. Masih saja banyak yang merokok bahkan di tempat yang memiliki tanda dilarang merokok misalnya.


Dukung Iklan Larangan Merokok yang Pengaruhnya Mulai Minim


Oleh karena itu, pemeliharaan ruang terbuka hijau di area perkotaan hanya bisa terlaksana jika ada kerja sama yang harmonis antara pemerintah kota dengan masyarakat umum.