Merokok memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Sudah menjadi hal umum di Indonesia banyak lai-laki atau perempuan yang juga ikutan merokok. Kebanyakan mereka sudah tahu bahwa merokok itu dapat membahayakan kesehatan mereka. Namun, tetap saja hal-hal tentang larangan merokok itu diabaikan. Mereka masih nyaman dengan rokok yang ada di antara 2 jari mereka.

Tidak hanya laki-laki dewasa yang sudah kecanduan merokok, anak-anak juga sudah tertular untuk merokok. Banyak kita liat bahwa anak-anak yang mempunyai orangtua perokok akan tertular kepada anaknya sendiri. Hal mudah saja,  jika ayahnya merokok, besar kemungkinan anaknya terserang penyakit saluran pernapasan. Lebih bahaya lagi orang-orang yang tidak pernah merokok namun terhirup  asap rokok. Ini dinamakan perokok pasif. Mereka mendapatkan racun 2x lipat dari perokok aktif. Jika Anda berada di lingkungan yang berbau asap rokok, segera hindari atau pindah.

Ketertarikan orang merokok dipengaruhi oleh iklan rokok itu sendiri. Kita bisa lihat di televisi jika sudah puheadul 22.00 WIB ke atas, itu iklannya sudah rokok dan juga iklan untuk kaum laki-laki dewasa. Iklan ini tidak saja di televisi, di media massa juga banyak. Ada rokok baru keluar, ini akan dipromosikan di media cetak dan elektronik dalam bentuk iklan. Iklan serupa ini akan menaikkan omset perusahaan rokok  itu sendiri.

Dukung Iklan Tentang Larangan Merokok Yang Pengaruhnya Mulai Minim

Kita tahu bahwa satu-satunya yang akan menaikkan devisa negara adalah tembakau. Tembakau ini akan diramu sedemikian rupa untuk dijadikan rokok. Perusahaan rokok juga sangat bahagia bila banyak yang merokok. Anehnya, di Indonesia iklan rokok ini malah disebarkan secara umum termasuk ke anak-anak kecil di sekitar kita.

Menyangkut pengaruh iklan tentang larangan merokok yang katanya semakin ketat, iklan ini sudah tidak berpengaruh lagi. Coba kita lihat di bungkus rokok sendiri  sudah dicantumkan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker disertai dengan orang yang kanker mulut. Namun, tetap saja diabaikan oleh para perokok aktif. Bagi mereka, mereka merokok dan puas. Efek nikotin yang sudah merajalela di dalam mulut perokok itu sendiri.

Tindakan Mendukung Iklan Tentang Larangan Merokok

1. Hentikan Produksi Rokok

Bayangan kita itu tidak mungkin perusahaan rokok menghentikan produksi rokok. Sebab, penghasilan terbesar mereka dari  rokok. Mereka alih-alih akan menyarankan untuk olahraga biar racunnya keluar lewat keringat. Ada juga yang mengatakan rokok itu sehat. Ini sangat membahayakan.

2. Cabut Izin Perusahaan Rokok

Memcabut izin perusahaan rokok tidak mudah. Ini akan berimbas ke karyawan dan juga pimpinan perusahaan itu sendiri. Namun, solusi tepatnya tentu dari akarnya. Akarnya itu ada pada perusahaan rokok sendiri. Bila tidak dicabut akan tetap berproduksi hingga batas waktu yang tidak diitentukan. Ada perusahaan yang sudah dicabut izinnya, namun tetap saja berproduksi.

3. Edukasi Dari Rumah

Edukasi dari rumah itu penting. Terutama ayahnya. Jika si ayah sudah diedukasi secara benar maka anaknya juga tidak akan merokok. Intinya didikan dari orangtuanya. Namun, ada juga sebaliknya, ayahnya sendiri yang merokok, sudah diedukasi teap saja merokok. Anehnya juga, sudah batuk-batuk dan sakit tetap saja merokok.

Jadi, iklan tentang larangan merokok ini sangat tidak berpengaruh sama sekali kepada para pelaku rokok itu sendiri. Pernah kita lihat ada tulisan “no smoking” (dilarang merokok), namun dibawah tulisan tersebut ada orang yang sedang merokok. Pengaruhnya sangat minim dibanding edukasi secara personal. Dilakukan pendekatan-pendekatan yang maksimal kepada perokok. Jangan sampai menunggu sakit baru sadar. Akan sangat membahayakan akhirnya kematian menjemput.