Huruf timbul nampaknya kini merupakan sebuah reklame yang fungsi dan manfaatnya sudah pasti anda hafal betul. Apalagi jika anda telah menyimak kumpulan artikel Gosign seputar produk tersebut.

Sekilas kami akan kembali memanggil ingatan anda bahwa produk tersebut berguna untuk menampilkan sebuah teks khususnya nama perusahaan untuk kemudian dipasang pada posisi yang strategis sehingga mampu menarik perhatian banyak orang.

huruf-timbul-kuningan

Alhasil calon pelanggan pun terpikat dan menghampiri gedung perusahaan tersebut sebagai konsumen.

Sebagai benda yang wujudnya tiga dimensi, huruf timbul dibuat dari bahan – bahan tertentu yang dapat dibentuk untuk menghasilkan bangun ruang dari huruf dengan tipofrafi khusus yang dibutuhkan.

Ada pun bahan pembuatan yang lazim dipakai antara lain adalah Akrilik, Galvanis,Stainless Steel, Kuningan, dan sebagainya.

Nah, sesuai judul dari artikel ini, kali ini artikel kami akan fokus membahas tentang proses pembuatan salah satu produk dari Gosign yaitu huruf timbul kuningan.

Untuk memulai pembahasannya mari kita ulas terlebih dulu bahan kuningan itu sendiri.

Mengenal Bahan Kuningan

Sesuai dengan istilahnya, bahan ini punya ciri khas berupa warna kekunigan. Bahan kuningan sendiri juga sering disebut dengan tembaga. Termasuk dalam kategori logam, warna kuning dari tembaga yang berkulitas hampir mirip dengan warna emas.

Namun jika diperhatikan tetap saja ada perbedaan. Warna kuning tembaga umumnya agak kecokelatan, berbeda dibandingkan logam emas yang warna kuningnya relatif lebih jernih.

bahan-kuningan

Dalam kehidupan sehari – hari material ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Mulai dari pembuatan gerabah sampai dengan media penghantar lisrik atau kabel. Tentu tak ketinggalan teks 3D pun bisa dihasilkan dari bahan ini.

Kuningan merupakan logam yang kuat dan tidak akan bekarat seperti besi. Meski pun harus diakui bahwa pada tingkat kelembaban tertentu boleh jadi permukaan kuningan mengalami degradasi warna. Biasanya akan muncul bercak – bercak agak kehijauan. Tapi kendala ini bisa mudah diatasi dengan membersihkannya memakai cairan pengkilap logam.

Pembuatan Huruf Timbul Dari Kuningan

Untuk membuat sebuah huruf berwujud tiga dimensi, bahan kuningan yang kami pakai adalah yang sudah berwujud lembaran. Jadi dalam prosesnya disini bukan mencetak bentuk huruf dari bahan tembaga cair.

Ya, dari bahan lempengan tembaga tadi kami akan membuat jaring – jaring bangun ruang yang membentuk huruf sesuai desain.

huruf-timbul-dari-kuningan

Ada pun ketebalan dari plat kuningan yang kami manfaatkan berukuran 1 milimeter. Ukuran ini kami pilih dengan pertimbangan tingkat ketebalan tersebut mudah untuk dibentuk.

Jadi, ada tahap – tahap yang perlu dikerjakan untuk membuat tulisan timbul dari bahan kuningan. Kurang lebih di bawah ini kami telah mengupas tuntas urutan tahapannya untuk anda.

Baiklah silahkan disimak.

1. Menyiapkan mal (ukuran huruf) di kertas.

Tahap pertamanya adalah menyiapkan mal atau ukuran huruf di atas kertas. Mal ini sendiri boleh kita sebut sebagai layout huruf dengan ukuran yang telah disesuaikan terhadap ukuran sebenarnya.

Kita bisa mengandalkan program desain grafis seperti Corel Draw untuk membuat file print out – nya. Perlu anda catat bahwa walaupun yang dicetak hanyalah berupa teks namun anda tidak bisa hanya memakai software pengetikan seperti Microsoft Word.

Microsoft Word

Pasalnya aplikasi yang tidak diperuntukan untuk desain grafis akan sangat sulit bagi kita untuk mengatur layout cetak dari tulisan berukuran besar. Bisa anda ketahui sendiri bahwa jelas ukuran dari teks timbul sangatlah besar karena diperuntukan untuk menghiasi sebuah gedung.

Jika file print out telah selesai dibuat maka langsung saja dicetak. Nah selanjutnya karena satu print out ini akan terbagi menjadi beberapa lembar kertas HVS, kita harus menyambungkan lembaran tersebut satu sama lain hingga didapatkan print out yang utuh.

2. Menempelkan mal pada plat kuningan, memotongnya dan membuat list.

Mal sudah disiapkan maka lanjutkan dengan menempelkannya pada plat kuningan. Pada prosesnya sebetulnya kami menyiapkan satu lagi mal untuk masing – masing huruf. Hal ini kami lakukan untuk bisa memaksimalkan tiap lembaran kuningan.

skema-huruf-timbul

Berikutnya dengan mal yang sudah ditempelkan kita pun dengan mudah bisa memotongnya secara presisi. Alat potong yang kami gunakan disini berupa mesin gergaji logam.

proses-pemotongan-huruf-timbul

Cukup sederhana memang proses pemotongannya.

Nah, dari hasil potongan tersebut kita baru mendapatkan huruf kuningan yang flat. Untuk membuatnya timbul maka pada bagian tepi atau pinggir tiap – tiap huruf, perlu beri list.

Tentunya list ini pun dibuat dari kuningan. Di Gosign lebar plat kuningan untuk list (nantinya menjadi ukuran ketebalan huruf) adalah 5 centimeter. Jadi dari satu lembar bahan kami akan membaginya per 5 centimeter dengan jumlah yang menyesuaikan kebutuhkan. Jadi kami memotongnya memanjang.

Plat kuningan yang dipotong memanjang itu pun kemudian akan kami tekuk memakai alat bending yang sistem kerja seperti bor. Alat ini bisa mengikis garis tekukan sehingga nantinya hasil bending yang didapatkan benar – benar menyudut.

3. Proses pematrian (menyatukan potongan)

Sebelum masuk ke tahap ini, lebih dulu potongan tadi harus diamplas pada bagian tepinya agar lebih rapi dan tidak tajam. Lalu barulah potongan yang saling berhubungan dapat dipatri.

Alat patrinya sendiri bisa yang model tradisional (dipanaskan menggunakan bara) maupun modern (memakai listrik). Keduanya sama – sama memakai timah sebagai perekatnya.

menyatukan-pemotongan-huruf-timbul

Pada proses ini tiap sambungan harus dipastikan sudah pada posisi yang klop. Dengan demikian maka huruf 3D yang dihasilkan terlihat rapi.

Sebenarnya proses pematrian terkadang ada yang diberikan secara menyeluruh pada semua tepi dan ada juga yang hanya sebagian saja. Dari segi kekuatan sebetulnya sama – sama telah dipehitungkan.

Jadi jika yang dipatri hanya sebagian saja maka posisi pematrian yang dipilih adalah pada titik yang menjadi pusat dan mampu menjadi pegangan. Sebagai contoh pada huruf “A”. List yang dipasang untuk mendapatkan ketebalan huruf bisa hanya dipatri pada garis melintang di tengah huruf tersebut.

4. Finishing

Untuk menyelesaikan pembuatan huruf timbul dengan sempurna maka tahap finishing tidak boleh terlewatkan.

Pada tahap ini setiap huruf kuningan akan dicek lagi, apakah sambungannya sudah cukup kuat, apakah ada permukaan huruf yang penyok, dan sebagainya terkait kualitas.

finishing-huruf-timbul

Barulah setelah dinilai oke, huruf kuningan ini akan dipoles supaya lebih mengkilap. Selain itu pemolesan juga dilakukan untuk merapikan tepian sambungan serta menghilangkan timah patri yang meleber.

Baiklah setelah tahap ini selesai maka huruf timbul kuningan pun siap di antar ke alamat pemesan dan bisa langsung dipasang.

Ya, sekiranya itulah tahap – tahap untuk cara membuat teks timbul kuningan. Sekilas memang mudah untuk dicoba sendiri.

Tapi pada kenyataannya proses di atas tergolong sulit lho. Apalagi di tahap pematrian. Tahap ini sangat menentukan kualitas serta tingkat keawetan dari produk yang dihasilkan.

Makanya tahap tersebut harus dikerjakan oleh seorang pekerja profesional dengan pengalaman mematri yang memadai.

Sebagai catatan tambahan dan untuk menutup artikel ini harus anda ketahui bahwa proses pembutan teks timbul kuningan adalah sama dengan proses pembutan dengan bahan stainless steel dan jenis plat logam lainnya.