Beberapa tahun belakangan ini pemerintah telah membuat aturan yang sangat tegas seputar dilarang merokok, dimana telah dituangkan ke dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2010 tentang larangan merokok, namun larangan tersebut seakan-akan telah diabaikan khususnya oleh para perokok aktif dan bahkan yang lebih memprihatinkan lagi ialah meningkatnya jumlah perokok muda dari tahun ke tahun.

Hal tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga menjadi suatu kekhawatiran baru yang harus segera ditindaklanjuti.

Merokok adalah suatu kebiasaan yang sangat berbahaya dan penyakit yang ditimbulkan akibat rokok sangat beragam yang dapat menyebabkan kematian. Walaupun demikian, masih banyak saja orang yang merokok baik itu orang dewasa ataupun anak-anak.

Melihat semakin banyaknya perokok usia muda saat ini, maka peran orang tua harus ikut aktif dalam membimbing anak-anaknya agar mereka tak terjerat hal-hal membahayakan yang bisa mengancam kesehatannya.

Faktor – Faktor Penyebab Anak Merokok

Semakin melonjaknya jumlah anak-anak muda yang menjadi perokok aktif memang disebabkan oleh banyak faktor. Nah, berikut ini beberapa faktor yang melatarbelakangi anak muda mulai, antara lain :

  1. Meniru gaya hidup dari orang-orang terdekat atau orang lain.

Bagi anak-anak yang masih di bawah umur pada umumnya suka meniru apa yang telah mereka lihat. Tanpa terlalu kita sadari para orang tua yang merokok biasanya akan menjadi contoh bagi anak-anaknya untuk ikut-ikutan merokok juga, hal seperti ini tentu sangat membahayakan bagi perkembangan mereka.

  1. Aturan perundang-undangan yang belum tegas.

Aturan perundang-undangan yang belum tegas

Aturan yang kini telah ada memang belum sepenuhnya efektif sebab belum berjalan dengan baik dan belum benar – benar diberlakukan secara tegas oleh pemerintah. Sehingga sampai saat inipun jumlah perokok di negeri ini justru makin meningkat.

Hal ini salah satunya disebabkan oleh mudahnya anak-anak untuk mendapatkan ataupun membeli rokok dengan bebas di warung-warung, supermarket, minimarket dan lain-lain.

  1. Minimnya pengawasan dari orangtua.

Minimnya pengawasan dari orangtua

ini adalah salah satu faktor yang melatarbelakangi anak-anak menjadi perokok. Dengan kesibukan pekerjaan para orangtua maka perhatian kepada anak-anak pun berkurang. Akibatnya anak – anak jadi lepas kontrol.

Kemudian kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak secara otomatis menyebabkan orang tua sama sekali tidak tahu apa saja yang dilakukan sang buah hati. Dengan demikian tentu meskipun anak – anak pulang dengan badan bau asap rokok sang orang tua tidak akan tahu menahu.

Karena merasa tidak dipermasalahkan, mereka pun kebablasan dan akhirnya menjadi pecandu rokok.

  1. Pencarian jati diri atau simbol pemberontakan.

Pada usia remaja, umumnya anak-anak sedang mencari jati dirinya sehingga dengan mudah bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang menarik bagi mereka. Jika memang tidak ada pengawasan langsung dari orang tua mereka maka hal negatif sekalipun akan mereka jajal.

Di usia ini para anak-anak memang sedang banyak-banyaknya mendapatkan pengalaman baru jadi jika berbagai pengalaman tersebut tidak disaring dengan baik khususnya dengan bantuan orangtua akan menyebabkan hal-hal yang buruk untuk anak-anak. Sementara itu, anak-anak pada usia remaja sebaiknya diberi perhatian extra dan bimbingan dari orangtuanya.

  1. Adanya rasa ingin tahu yang tinggi.

Adanya rasa ingin tahu yang tinggi

Rasa ingin tahu yang begitu besar pada diri anak-anak yang menyebakan mereka merokok. Kenapa bisa begitu? sebab sisi kognitif pada anak-anak yang telah beranjak remaja berkembang dengan pesat yang meliputi intelegensia, pikiran dan akal budi pada anak-anak.

Dengan demikian dapat menyebabkan rasa ingin tahu yang begitu tinggi pada anak-anak usia remaja. Melihat kehidupan di masyarakat lalu menemukan mayoritasnya adalah perokok, tak ayal mereka pun jadi ingin tahu seperti apa rasanya merokok.

  1. Pergaulan bebas.

Faktor ini merupakan penyebab terbesar anak-anak merokok. Pergaulan yang salah dengan teman-temannya membuat anak-anak mudah terpengaruh apalagi jika tidak diawasi oleh orangtuanya maka pergaulan manjadi semakin bebas dan buruk.

Akibatnya sang anak akan membangkang dan berani melawan pada orang tuanya. Jika hal ini dibiarkan tentu perilaku anak akan selalu menyimpang yang berdampak pada kondisi psikis mereka hingga dewasa.

Setelah para orangtua mengetahui berbagai faktor yang melatarbelakangi anak-anak mereka menjadi perokok, maka diharapkan untuk lebih peka dan selalu mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik yang bisa merugikan masa depan sang anak.

Sesibuk apapun para orangtua bekerja, hendaknya selalu meluangkan waktu untuk anak-anak dengan mengajak mereka pergi berlibur ataupun dengan mengajak mereka bercengkrama dengan santai di dalam rumah agar sang anak merasa diperhatikan oleh orangtuanya.

Dengan demikian tentunya bisa meningkatkan hubungan yang harmonis dan lebih erat antara orangtua dan anak. Kemudian akan lebih mudah bagi orang tua untuk membina serta mendidik anaknya.

Perhatian dan rasa kasih sayang dari orangtua sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang sang anak agar mereka juga bisa menyayngi diri sendiri sehingga mau mengerti mana yang boleh dilakukan dan mana yang tak boleh dilakukan.

Dari situ tentu akan membuat kepribadian sang menjadi lebih baik, baik dari segi akhlaknya, sikap ataupun budi pekertinya. Sehingga kelak menjadi anak yang hebat dan tangguh, tentu orang tua akan senang jika memiliki anak seperti itu, bukan?

Anak-anak adalah cerminan dari para orangtuanya, apabila orang tua memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anaknya tentu anak-anak akan mengikuti jejak buruk orangtuanya itu. Sebaliknya jika orang tua memberikan contoh atau hal-hal yang baik kepada anak-anaknya tentu mereka akan menirunya dengan baik pula.

 

Langkah-Langkah Pencegahan Terhadap Perilaku Merokok Pada Anak-Anak

Tidak ada kata terlambat untuk mencegah anak-anak terjerumus lebih dalam lagi ke perilaku-perilaku yang tidak baik.

Disini peran orangtua harus optimal dan maksimal supaya dapat mencegah anak-anaknya terhadap perbuatan yang buruk seperti merokok, minum-minumn keras dan lain-lain. Dengan pencegahan tersebut diharapkan bisa mengurangi angka perokok usia muda.

Berikut ini berbagai langkah pencegahan terhadap perilaku merokok pada anak-anak yang perlu anda ketahui, antara lain :

  1. Tanamkan disiplin sejak dini pada anak.

Tanamkan disiplin sejak dini pada anak

Disiplin merupakan salah satu cara yang wajib orang tua pupuk pada anak-anak sedini mungkin. Dengan sikap tersebut diharapkan dapat menjadi tameng buat si anak dalam bersosialisasi dan bergaul dengan teman-temannya.

  1. Ajarkan anak-anak pengetahuan agama yang kuat sejak dini.

Ini merupakan salah satu bekal anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di dunia ini. Dengan iman yang kuat dan pengetahuan agama yang bagus sejak dini, maka anak-anak akan berpikir seribu kali untuk melakukan perilalu buruk sehingga anak-anak pun tentu dapat terhindar dari akibat buruk yang akan menimpanya atas perilaku tersebut.

  1. Hindari terlalu mengekang anak.

Hindari terlalu mengekang anak

Para orang tua pastinya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, tapi jika orangtua membatasi ruang gerak atau aktivitas sang anak tentu juga tidak baik.

Apalagi jika terlalu mengekangnya. Hal ini tentu akan membuat sang anak berontak terhadap berbagai aturan yang telah ditetapkan oleh orangtua dan anakpun tentu akan lebih berani melawan orangtuanya terhadap pengekangan tersebut.

Kondisi ini tentu tidak baik yang bisa membuat hubungan orangtua dan anak menjadi renggang bahkan yang lebih menyedihkan lagi sang anak akan memusuhi orangtuanya.

Jadi seyogyanya hindari mengekang anak. Beri dia kebebasan selama aktivitas mereka memiliki nilai positif dan lakukanlah pengawasan terhadap anak sewajarnya saja dengan tak berlebihan.

  1. Beri perhatian dan kasih sayang kepada anak.

Memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih terhadap anak bukan berarti memanjakan anak tersebut. Sebaliknya memberikan kasih sayang, perhatian dan waktu berkumpul bersama keluarga adalah suatu bentuk kepedulian orang tua pada anak agar bisa mengetahui perkembangan dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak-anak.

Dengan demikian pastinya bisa meminimalisir atau bahkan menghindari berbagai perbuatan buruk yang menimpa anak-anak.

Cukup sekian dulu artikel ini. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca semuanya. Untuk memperoleh artikel mengenai topik ini lebih detail lagi silahkan anda akses laman blog kami.