Di Indonesia penetapan kawasan dilarang merokok sesuai undang-undang tampaknya kurang kejelasan. Keputusan terkait hal ini terlihat samar khususnya bagi kalangan perokok aktif. Kurangnya pengetahuan yang dibagikan pihak pemerintah kepada masyarakat akan peraturan tersebut mengakibatkan konflik tersendiri.

Merujuk pada undang – undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, kita bisa menemukan terdapat 7 area / tempat dimana para perokok dilarang menikmati aktivitas kegemarannya. Semua tempat itu disebut Kawasan Tanpa Rokok. Namun dua diantaranya memiliki pengecualian dijelaskan melalui pasal yang masih termasuk di dalam undang – undang ini.

 

7 KAWASAN TANPA ROKOK

  • Fasilitas Kesehatan

dilarang merokok di rumah sakit

Di urutan pertama sebagaimana UU No. 39 th. 2009 mengatur tentang kesehatan maka segala tempat yang merupakan bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kawasan utama tidak diperbolehkan merokok. Area semacam ini memang wajar mendapat prioritas tersendiri guna menjaga sterilisasi lingkungan.

Fasilitas kesehatan yang dimaksud antara lain puskesmas dan rumah sakit. Di kedua tempat tersebut ada banyak sekali orang – orang dengan kesehatan buruk. Karenanya jika lingkungan disana tercemari oleh asap rokok bisa menyebabkan kondisi pasien sulit untuk pulih, bahkan bisa semakin memburuk. Bagi anda yang merupakan perokok dan tetap coba – coba menyulut rokok disana, jangan kesal jika nantinya anda ditegur oleh petugas.

  • Fasilitas Pendidikan


Fasilitas Pendidikan Dilarang Merokok

Jika kita khususnya yang merokok harus berkata jujur, kita bisa bilang bahwa rokok adalah sebuah kebiasan buruk. Fasilitas pendidikan baik sekolah atau sejenisnya merupakan tempat untuk belajar. Tentunya yang dipelajari adalah hal – hal baik. Oleh karena itu pada dasarnya tidak ada seorang pun yang diperbolehkan merokok di tempat ini.

Apalagi kita ketahui juga sekolah dipenuhi oleh siswa yang usianya belum mencapai 18 tahun. Di bungkus rokok bisa kita temukan himbauan untuk tidak menjual / memberi rokok pada anak di bawah usia tersebut. Jadi sederhana saja sebetulnya latar belakang dilarang merokok di lingkungan sekolah yaitu karena batasan usia konsumen.

Jajaran guru seyogyanya meskipun penggemar rokok mampu menahan diri. Setidaknya berikan hak murid untuk bebas dari rokok. Di samping itu mereka adalah tauladan sehingga wajib menjadi contoh individu yang baik.

  • Fasilitas Anak Bermain

Sama halnya dengan tanda dilarang merokok yang sering diacuhkan, merokok di fasilitas pendidikan kita harus memastikan bahwa tempat anak – anak bermain harus jauh dari kepulan asap rokok. Tempat seperti taman bermain, playground, dan lain – lain sebaiknya selalu kita jaga kualitas kesehatannya. Pikirkan ketika anak kitalah yang bermain disana. Pasti kita tidak mau terdapat sesuatu yang mengancam kesehatan mereka. Mana mungkin kita tega melihat mereka batuk – batuk akibat asap dari aktivitas merokok kita. Jadikan fasilitas bermain menjadi tempat menyenangkan serta menyehatkan bagi mereka.

  • Transportasi Umum


Dilarang merokok di transportasi umum

Kita mengenal banyak sekali transportasi umum mulai dari angkot, metromini, kereta, hingga pesawat. Nah, yang jadi pertanyaan adalah seberapa sadar kita akan aturan larangan merokok di dalam unit tranportasi tersebut. Padahal pemerintah kerap melakukan kampanye positif dilarang merokok untuk menekan para perokok guna mengkampanyekan hidup sehat dengan udara bersih dan bebas asap rokok.

Lagipula di armada angkutan umum berstandar pasti terdapat tanda dilarang merokok. Peringatan ini bisa dengan mudah kita lihat. Disini kembali lagi pada kesadaran masing – masing. Bagi para perokok setidaknya harus bisa menjadi warga yang taat aturan. Di pihak lain non perokok diharapkan siap mengingatkan mereka ketika mengabaikan larangan tersebut.

Angkutan umum hanya memiliki ruang sempit. Banyak penumpang berdesak – desakan di dalamnya. Sangat menggangu nantinya ketika ada seseorang ‘memproduksi’ asap rokok di antara kerumunan. Jika anda perokok kemudian hendak berpergian jauh mungkin sulit bagi anda menahan hasrat merokok selama perjalanan maka dari itu carilah mode transportasi dengan fasilitas smoking area. Saat ini sudah banyak tersedia.

  • Fasilitas Beribadah

Fasilitas Beribadah Dilarang Merokok

Selanjutnya sebagaimana diatur dalam undang – undang fasilitas / tempat ibadah termasuk salah satu Kawasan Tanpa Rokok. Indonesia mempunyai warga negara yang menganut agamanya masing – masing. Sebagai makhluk beragama tempat ibadah kita manfaatkan sebagai tempat untuk memuja Tuhan sesuai dengan cara dari agama yang kita yakini. Disanalah kita menyempatkan diri untuk menghadap-Nya. Jadi terlalu aneh ketika melakukannya sembari merokok.

Kalau pun kita sudah selesai menunaikan ibadah lalu bukan berarti kita boleh merokok di tempat ini. Asap rokok bisa merusak suasana khusuk / tenang sehingga orang sulit konsentrasi dalam beribadah.

  • Lingkungan Kerja

Terlepas dari aturan tiap – tiap perusahaan, pemerintah telah memutuskan bahwa merokok di lingkungan kerja adalah aktivitas terlarang. Tidak berlebihan memang. Pasalnya pada tempat tersebut kita dituntut untuk fokus bekerja. Kerja sambil menikmati asap rokok pun juga mengurangi efektivitas. Lingkungan kerja menjadi kurang kondusif terutama bagi karyawan yang bukan perokok. Perlu diingat kembali bahwa undang – undang yang mengatur kawasan tanpa rokok ini secara fundamental adalah tentang kesehatan. Sementara di dunia kerja terdapat K3 yang meliputi kesehatan, oleh sebab itu sebetulnya pihak perusahan wajib memberlakukan larangan merokok.

  • Tempat Umum

Dilarang merokok di tempat umum

Tempat terakhir adalah tempat umum. Area yang sangat luas sekali tentunya. Perokok harus bisa mengkondisikan dirinya ketika ingin merokok supaya orang non perokok tidak terampas haknya. Cakupan dari area ini memang membingungkan. Namun kurang lebih contohnya antara lain adalah pasar, jalanan, taman, dan sebagainya.

Pengertian dari tempat umum sendiri yaitu suatu tempat dimana banyak orang berkumpul mejalankan suatu aktivitas. Makna lain dari frasa tersebut adalah sarana / wilayah yang disediakan pihak pemerintah / swasta –bisa juga perorangan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bermasyarakat.

Inti dari penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah untuk menjaga hak warga non perokok agar tetap bisa menikmati udara bersih, segar, serta sehat. Di sisi lain perokok pun tetap memperoleh haknya untuk merokok ditunjukan melalui penyediaan kawasan merokok. Tempat tersebut merupakan area khusus untuk menikmati rokok yang letak atau ruangnya terpisahkan dengan kawasan tanpa rokok.