Huruf timbul sebagai sebuah reklame yang dimanfaatkan untuk menunjukan identitas serta citra dari sebuah perusahaan tentu lebih dari sekedar teks biasa. Reklame ini meski umumnya sekedar menampilkan tulisan dari nama – terkadang beserta logo atau sering juga visi dan misi perusahaan namun mampu menarik setiap orang yang selintas lewat di sekitarnya. Mereka tertarik untuk membaca dan mencerna apa yang terpampang disana karena reklame tersebut diusung dengan desain atau tampilan yang khas secara visual.

Masyarakat Indonesia hingga saat ini masih dikenal sebagai orang – orang dengan minat baca yang rendah. Bahkan menurut data dari Perpustakaan Indonesia rata – rata frekuensi membaca masyarakat kita hanya tiga hingga empat kali perminggu. Ini bisa bearti bahwa mereka menilai rentetan huruf sebagai eleven visual yang membosankan. Namun sebetulnya kasus ini hanya berlaku pada media baca semacam buku.

Terlepas dari adanya fakta bahwa masyarakat kita masih mau membaca teks singkat karena sekilas melihat saja tulisan singkat bisa terbaca, namun hal ini membuktikan bahwa huruf timbul memiliki daya tarik lebih. Kenapa bisa disimpulkan begitu? Karena reklame ini bisa mengundang orang yang sebelumnya tidak menyadari keberadaan sebuah teks untuk sesaat menengok dan memandangi teks tersebut.

Dengan adanya aneka variasi dari produk tersebut seperti penambahan lampu LED agar huruf – huruf yang ada menyala sehingga terlihat jelas di malam hari dan ukuran besar yang membuatnya dapat terbaca dari kejauhan maka sulit bagi seseorang untuk menghiraukannya.

Bagi perusahaan yang memakai reklame ini tentu saja mendapatkan sejumlah keuntungan khususnya memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat pun akan terdorong untuk memilih produk atau jasa dari perusahaan tersebut ketika mereka membutuhkannya.

Kemampuan dari huruf yang dibuat timbul ini dalam mengantarkan informasi mulai memperluas fungsinya. Jika semula hanya sebatas digunakan untuk menuliskan nama perusahaan yang terpampang gedung kini banyak iklan layanan masyarakat menerapkan jenis reklame tersebut. Sebagai contoh himbauan dilarang merokok yang makin gencar dikampanyekan.

Di sebuah bangunan entah itu instansi pemerintahan maupun instansi lainnya kita dapat menemukan tulisan larangan tersebut dipasang dalam bentuk teks 3D yang menonjol. Cara ini dilakukan dengan harapan daya pikat dalam wujud semacam itu bisa membuat orang – orang lebih memperhatikan dan peduli terhadap pesan yang disampaikan.

Selain daya tarik utama yang berasal dari wujud ini. Huruf timbul juga menawarkan kelebihan lain sehingga lebih banyak orang yang mau melihatnya. Salah satunya adalah variasi jenis huruf yang digunakan. Produk ini bisa dibuat dengan jenis huruf yang bahkan dibuat secara kustom. Dengan begitu maka pihak perusahaan bisa menuliskan nama perusahaannya sesuai gaya atau citra yang dimiliki. Apalagi memang produk ini turut berperan dalam hal dekorasi gedung. Sangat wajar jika pihak perusahaan menyesuaikan desainnya dengan konsep arsitektural bangunan kantor.