Di lingkungan masyarakat Indonesia sangat mudah untuk kita temui tanda dilarang merokok. Tanda yang bergambarkan sebatang rokok di dalam lingkaran yang di coret sangat mudah untuk ditangkap pesannya. Namun entah tidak melihat atau tidak peduli masih banyak perokok yang mengacuhkan peringatan tersebut. Di tempat – tempat ‘terlarang’ bagi asap rokok tersebut sering kita jumpai seorang perokok dengan santainya mengeluarkan rokok lalu menyalakannya.

Padahal sama seperti rambu lalu lintas tanda peringatan ini dimuat dengan maksud untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamanan bersama. Coba perhatikan pengendara – pengendara mobil yang seenaknya parkir di pinggir jalan dengan rambu dilarang parkir tertera disana. Apa yang terjadi? lalu lintas ternggangu, ruas jalan menyimpit, dan kondisi tidak mengenakan lainnya.

Jika hal tersebut kita jadikan analogi untuk pelanggaran kawasan tidak boleh merokok maka akibatnya pun sama, merusak kenyamanan. Lingkungan dipenuhi dengan udara dan semua orang bebas menghirupnya untuk bernafas. Di era globalisasi ini kita sadari kualitas udara kian memburuk. Untuk itu demi sangat penting menyediakan area dengan udara bersih. Kampanye dilarang merokok yang dipasang menjadi tanda untuk mengatakan, “Demi kebaikan bersama dalam bernafas jangan merokok disini”.

Cara untuk berhenti merokok

Semakin mengherankan melihat para perokok yang seenaknya sendiri ketika kita temukan bahwa tanda peringatan telah banyak dibuat dan dipasang dengan sangat memperhatikan faktor eye caching. Sebagai perusahaan yang bergerak di jasa pembuatan signage kami bisa tahu bahwa telah banyak pihak – pihak yang berusaha menyediakan kawasan bebas asap rokok di lingkungannya. Mulai dari kantor, hotel, sekolah, hingga tempat – tempat umum yang terbuka.

Banyak pula diatara pelanggan kami yang meminta desain unik dengan harapan perokok menjadi lebih tanggap terhadap peringatan yang disampaikan. Tanda dilarang merokok saat ini bukan sekedar gambar 2D saja. Agar menarik perhatian dan membuat perokok ‘sudi’ melihatnya dibuatlah tanda 3D atau timbul.

Memang semua itu kembali lagi pada kesadaran masing – masing individu. Mereka yang acuh dengan bahaya merokok bagi diri sendiri maupun orang lain tentu akan tetap seenaknya merokok dimana saja. Bahkan gambar – gambar mengerikan yang kini terpampang di tiap bungkus rokok tak kunjung mencerahkan pemahaman perokok aditif. Padahal jelas – jelas terdapat pesan mengerikan pada tersebut, “Merokok membunuh!”.

Kembali kita bicara soal tanda larangan merokok yang tak diindahkan. Sebetulnya bukan berarti pemasangannya sia – sia. Sebab kita masih ada juga masyarakat kita yang peduli dan kritis mengenai persoalaan ini baik dari non perokok maupun perokok. Dengan adanya tanda tersebut setidaknya seseorang bisa tahu salah satu aturan di suatu kawasan. Yang perokok mungkin akan ada yang takut untuk merokok disertai orang lainnya yang siap menegur ketika terjadi pelanggaran.