Berdasarkan data dari badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Balitbangkes) pada tahun 2015, lebih dari 45 juta anak Indonesia adalah perokok pasif akibat tinggal bersama orang tua yang perokok aktif atau sering berdekatan dengan perokok aktif lainnya. Hal ini disayangkan oleh pemerintah, karena anak rentan terhadap penyakit yang diakbitkan oleh rokok.

Merokok Dekat Anak Berbahaya Bagi Mereka

Satu batang rokok memiliki atau mengandung lebih dari 250 bahan kimia aktif karsinogenetik (penyebab kanker), termasuk benzene, formaldehida, arsenic, vinil klorida dan hydrogen sianida. Perlu diketahui, asap dari rokok mengandung karobon monoksida lebih dari 5 kali lipat, tar dan nikotin 3 kali lipat, dan amonia sampai 45 kali lipat lebih banyak dari asap yang dihirup langsung oleh perokok aktif. Dengan begitu peluang kanker bagi perokok pasif bisa sampai 50 kali lipatnya dan ini lebih parah jika dibandingkan dengan yang merokok.

Paru-paru anak lebih kecil daripada paru-paru orang dewasa, anak kecil bernapas lebih cepat jika dibandingkan dengan orang dewasa. Maka dari itu anak kecil bisa menghirup lebih banyak zat-zat kimia yang berbahaya per berat tubuhnya daripada orang dewasa di waktu yang sama. Selain itu, kekebalan tubuh anak lebih rentan terhadap asap rokok, anak kecil lebih mudah terdampak radang pernapasan, seperti bronchitis dan pneuomonia.

Merokok Dekat Anak Berbahaya Bagi Mereka

Selain itu pemerintah Indonesia sudah gencar untuk memperingti bahaya dari rokok, dengan memasang rambu-rambu dilarang merokok di tempat-tempat umum seperti, busway, terminal, sekolah, rumah sakit, bandara, dan ruang public lainnya. Selain itu pemerintah telah menayangkan iklan di setiap produk iklan rokok di televise dengan berbagai peringatan bahaya merokok seperti, “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, kanker tenggorokan, impotensi, dan gangguan kehamilan”.